Return to site

PT SOLID GOLD BERJANGKA |

Bantah Spekulasi, Ilmuwan Ini Akhiri Misteri Segitiga Bermuda?

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Seorang ilmuwan asal Australia, Karl Kruszelnicki, membantah sejumlah spekulasi yang beredar soal segitiga bermuda. Dengan lantang, ia mengatakan bahwa misteri di sana telah terpecahkan.

Karl bersikeras bahwa alasan di balik lenyapnya kapal dan pesawat di Segitiga Bermuda, sama sekali tak terkait dengan alien, kristal api dari Atlantis yang hilang, atau hal-hal supranatural lainnya.

Ia mengatakan, hilangnya pesawat dan kapal di wilayah imajiner yang menghubungkan tiga titik, yakni Florida, Puerto Rico dan Pulau Bermuda itu, sebenarnya disebabkan karena kesalahan manusia dan cuaca buruk.

Menurutnya, wilayah imajiner yang mencakup 700.000 kilometer persegi di Samudra Atlantik itu, merupakan daerah dengan lalu lintas tinggi. "Letaknya dekat dengan Ekuator, dekat dengan bagian kaya di Bumi -- Amerika -- tentu saja lalu lintas akan tinggi," ujar Karl.

Dikutip dari Independent, Kamis (27/7/2017), ia mengatakan, jika jumlah pesawat dan kapal yang hilang dibandingkan dengan yang berhasil 'lolos' setiap harinya, maka angka tersebut tak ada yang aneh.

"Menurut Lloyd's of London dan Coastguard AS, jumlah yang hilang di Segitiga Bermuda sama dengan jumlah di manapun di dunia secara presentase," ujar Karl.

Ia juga menjelaskan ada penjelasan sederhana yang memicu awal munculnya spekulasi segitiga bermuda, yakni hilangnya 'Flight 19'.

Flight 19 adalah penerbangan 5 pesawat pembom milik militer AS yang berangkat dari Fort Lauderdale, Florida, untuk misi pelatihan dua jam rutin di atas Atlantik pada 5 Desember 1945.

Setelah kehilangan kontak radio dengan basis mereka, kelima pesawat itu lenyap. Tidak ada jejak dari lima pesawat tersebut, pun dengan 14 awak mereka.

Pesawat Angkatan Laut AS lainnya dengan 13 awak yang dimaksudkan untuk mencari Flight 19, juga menghilang.

Spekulasi segitiga bermuda semakin mencuat pada 1964 ketika seorang wartawan, Vincent Gaddis, menjuluki laut di sebelah tenggara pantai Atlantik AS dengan nama 'the Bermuda Triangle'. Gaddis memberi judul tersebut untuk sebuah artikel mengenai hilangnya pesawat Angkatan Laut AS, Flight 19.

"Daerah yang relatif terbatas ini adalah tempat lenyapnya pesawat yang jauh melampaui hukum kebetulan. Sejarah misteri itu berasal dari cahaya misterius, yang diamati Colombus saat pertama kali mendekati pendaratannya di Bahama," tulis Gaddis.

baca disini : solid gold

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OKSubscriptions powered by Strikingly