Return to site

SOLID BERJANGKA | Pemahaman Matematika Anak Indonesia Cuma Naik 11 Persen dalam 14 Tahun

SOLID BERJANGKA MAKASSAR - Sejak kecil anak-anak Indonesia telah dikenalkan dengan berbagai simbol numerik matematika yang rumit. Sehingga saat mereka tumbuh dewasa, stimulus abstrak yang mereka dapatkan telah berkembang menjadi momok yang mengerikan.

BACA JUGA :Legalitas PT Solidgold Berjangka

Menurut Peneliti SMERU Research Institute, Niken Rarasti, Indonesia mengalami 'darurat matematika' akibat penurunan dari tahun ke tahun dan tidak ada perkembangan terhadap pemahaman matematika seiring bertambahnya tingkat sekolah.
"Selama 14 tahun sejak 2000 hingga 2014, perkembangan pemahaman matematika pada anak-anak Indonesia hanya meningkat sedikit, yaitu 11 persen," jelas wanita yang akrab disapa Rasti ini, ditemui baru-baru ini di kampus Universitas Indonesia, Depo, Jawa Barat.

Berdasarkan Data Indonesia Family Life Survey (IFLS) di tahun 2000, 2007 dan 2014 mewakili 83 persen populasi anak-anak Indonesia, anak-anak Indonesia memiliki rata-rata nilai kompetensi yang rendah dalam pemahaman matematika.

Lebih dari 85 persen lulusan SD, 75 persen lulusan SMP, dan 55 persen lulusan SMA hanya memiliki tingkat kompetensi capaian siswa kelas 2 SD ke bawah. Data tersebut menjelaskan bahwa hanya sedikit anak-anak Indonesia yang memiliki kemampuan setara siswa kelas 4 SD dan 5 SD.

Sedangkan Dhitta Puti Sarasvati salah satu edukator di bidang matematika, berpendapat hal ini darurat bukan terjadi karena kesalahan anak-anak Indonesia.

"Berdasarkan hasil tes memang rendah. Namun saya tidak ingin memberikan cap anak-anak Indonesia itu bodoh. Hal yang perlu dikritisi dan dibenahi ialah sistemiknya," kata Puti.

Ia pun mengatakan bahwa anak-anak Indonesia ini tidak dapat disalahkan sepenuhya, mereka juga sebetulnya memiliki potensi besar. Namun sistem yang ada di Tanah Air ini yang telah mematikan potensi mereka.

Menurut Puti kecerdasan seseorang bukanlah hal yang statis. Tingkatan ini dapat berkembang dinamis seiring dengan pembelajaran yang terus dilakukan serta fasilitas-fasilitas yang menunjang.

BACA JUGA :Alasan Anda memilih Kami Solidgold


"Sistem pendidikan di Indonesia memang dinilai kurang dapat mengembangkan potensi seseorang khususnya dalam bermatematika. Termasuk sistem di lingkungan sekolah, assessment, dan sistem pengajaran para pendidiknya masih banyak harus dibenahi," tutup Puti.

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OKSubscriptions powered by Strikingly