Return to site

SOLID GOLD BERJANGKA |

Saham-Saham Layak Koleksi di Pekan Terakhir 2017

SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR - Pekan ini merupakan pekan terakhir di tahun 2017 yang juga menandakan penutupan perdagangan di bursa Efek Indonesia(BEI).

Sebelum menutup tahun 2017, investor perlu memperhatikan saham-saham yang memiliki kapitalisasi besar atau biasa disebut dengan saham bluechips yang layak dikoleksi hingga tahun baru mendatang.

 

BACA JUGA : Solidgold | Waspadai Penipuan Berkedok Rekrutmen Karyawan Angkasa Pura II

 

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji menyebutkan, ada sembilan saham bluechips yang layak untuk dikoleksi sebagai bekal akhir tahun.

 

Saham-saham tersebut meliputi saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Adaro Energy Tbk, PT Astra International Tbk (ASII), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), United Tractors (UNTR), dan Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT).

“Secara teknikal ada indikasi stimulus beli untuk saham - saham tersebut,” ujarnya

 

BACA JUGA : Solidberjangka | Memahami Modus Operandi Dan Cara Kerja Penipuan

 

Nafan menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, PT. KAI dan ADHI telah menandatangani kesepakatan terkait perjanjian pembangunan proyek LRT Jabodebek. Dalam kesepakatan tersebut terungkap bahwa nilai proyek LRT mencapai Rp 29,9 triliun, yaitu pembiayaan aset prasarana senilai Rp25,7 triliun yang ditanggung oleh PT. KAI dan pembangunan stasiun dan aset depo mencapai Rp4,2 triliun yang dibangun oleh ADHI.

 

“Komitmen pemerintah dalam menjamin pendanaan proyek LRT Jabodebek tersebut diharapkan dapat memacu kinerja ADHI ke depannya dalam rangka mengembangkan program infrastruktur strategis secara masif,” jelas Nafan.

 

BACA JUGA : PT Solidberjangka | Kenali Ciri – Cirinya Penipuan Investasi

 

Sementara itu, membaiknya stabilitas harga komoditas dunia, terutama batubara diharapkan akan mendorong kinerja ADRO.

 

“Untuk ASII, membaiknya kinerja lini bisnis mereka seperti AALI, BNLI dan UNTR seiring dengan membaiknya iklim investasi, menjadi sentimen positif bagi ASII,” jelas Nafan.

Sedangkan kinerja positif ECXL diperkirakan akan ditopang oleh kenaikan penggunaan data telekomunikasi.

 

“Apalagi pada tahun 2018 dan 2019 memasuki tahun politik, yakni Pilkada serentak dan Pemilu legislatif dan eksekutif. Biasanya, media sosial akan dimanfaatkan oleh para elite politik dalam rangka meningkatkan elektabilitas mereka,” ujarnya.

 

BACA JUGA : Solidgold Berjangka | Pengandaan Uang Berujung Penipuan

 

Tidak hanya itu, kinerja GGRM pada akhir tahun ini diproyeksikan membaik seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap rokok. Untuk kinerja positif LSIP, ditopang oleh stabilitas cuaca sehingga meningkatkan hasil produksinya.

 

“Apalagi emiten ini akan fokus pada ekspansi organik dengan menggarap areal tanaman sawit yang belum menghasilkan sekitar 10.000 hektare dengan belanja modal sebesar Rp 600 miliar,” kata Nafan.

 

Sementara SRIL, merupakan satu-satunya emiten yang menyuplai seragam tentara untuk berbagai negara, di antaranya adalah Uni Emirat Arab, Jerman dan sejumlah negara di kawasan Uni Eropa dan NATO.

 

Pendapatan dari tujuan ekspor Asia mendominasi sebesar 53% dan diikuti oleh Eropa sebesar 19%. Sedangkan porsi kepada AS dan Amerika Selatan sebanyak 18%.

“Adapun upah buruh di Indonesia yang masih terhitung lebih rendah dibanding negara pesaing Vietnam, China dan Thailand, membuat Indonesia dapat bersaing secara lebih kompetitif, terutama dari sisi biaya produksi,” papar dia.

 

BACA JUGA : PT Solidgold Berjangka | Penipuan Modus Umroh

 

Nafan melanjutkan, stabilitas harga komoditas dunia, terutama batubara, membuat penjualan alat Komatsu yang merupakan produk UNTR mengalami peningkatan. Untuk tahun 2018 ditargetkan sekitar 3800 unit alat berat yang akan terjual.

 

Terakhir, WSKT berhasil mencatatkan kontrak baru mencapai Rp44,4 triliun, sehingga kontrak dalam pengerjaan hingga kuartal III 2017 adalah Rp131,1 triliun atau mengalami kenaikan dari tahun 2016 sebesar Rp104 triliun. Dalam rangka memperoleh dana sekitar R 4 triliun atau lebih, WSKT berencana untuk mendivestasikan 18 ruas tol di Jawa dan Sumatera dengan tiga opsi pilihan yakni dijual semuanya, kedua jual ruas yang bergandengan terutama Trans Jawa, atau menjual saham baru di Waskita Toll Road.

 

“Kami meyakini bahwa prospek WSKT ke depannya akan semakin positif, seiring dengan dukungan dari pemerintah dalam rangka membangun berbagai infrastruktur strategis,” tutup Nafan.

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OKSubscriptions powered by Strikingly